Atasi Masalah Sampah, Universitas Sangga Buana Hadirkan Alat Pengolah Plastik Jadi BBM di RW 09 Kelurahan Cikutra

(Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sangga Buana, Dr. Sri Wahyuni bersama bu RW Clara saat sosialisasi bersama masyarakat RW 09 Sukamulya)

Pewarta : DADI SUDRAJAT              

Editor : MULYADI

INFOJALANAN.COM, BANDUNG – Dalam upaya menangani permasalahan sampah sekaligus memberikan nilai tambah bagi ekonomi masyarakat, Universitas Sangga Buana (USB) Bandung berencana menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa alat pengolah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif di wilayah RW 09 Sukamulya, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung.

Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sangga Buana, Dr. Sri Wahyuni, menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk nyata andil akademisi dalam pengabdian kepada masyarakat. Pihaknya membidik wilayah RW 09 Sukamulya untuk menjadi percontohan atau prototipe sistem pengolahan sampah mandiri, baik di tingkat kelurahan maupun Kota Bandung secara luas.

“Supaya ada nilai ekonomisnya, sampah plastik ini akan kita olah menjadi bahan bakar alternatif penghasil solar dan bensin. Namun, untuk saat ini, kami fokus pada kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM)-nya terlebih dahulu,” ujar Dr. Sri Wahyuni saat berbincang dengan infojalanan.com di lokasi PokBun RW 09, Selasa (13/10/2026).

JANGAN LEWATKAN :

Dugaan Penyekapan Karyawan di Restoran Bandung : Manajemen Bantah Main Hakim Sendiri,,,

Kedepan, tim PKM USB akan memetakan volume sampah plastik yang dapat dikumpulkan dari beberapa RW di wilayah Kelurahan Cikutra. Dr. Sri Wahyuni juga berharap pihak kelurahan dapat turun tangan membantu sosialisasi ke wilayah RW lain mengenai keberadaan pusat pengolahan sampah plastik berbasis teknologi pirolisis ini.

Terkait legalitas hasil produksi, pihak Universitas Sangga Buana menegaskan komitmennya untuk mendampingi warga dalam mengurus izin edar. Dengan demikian, bahan bakar alternatif yang dihasilkan dapat dimanfaatkan dengan aman dan sah secara hukum demi mendongkrak roda ekonomi masyarakat sekitar.

“Program ini mendapatkan dana bantuan dari PLN E, perusahaan yang sangat concern terhadap kelestarian lingkungan. Kami mengajukan pendanaan ke sana dan direspons dengan sangat baik. Ini merupakan alat pirolisis pertama kami, setelah sebelumnya kami juga mengembangkan program bank sampah dengan sistem insinerator di tempat lain,” tambahnya.

(Seklur dan Kasi Ekbang Kelurahan Cikutra saat berbincang dengan ketua RW 9 bersama istri serta perwakilan Universitas Sangga Buana di PokBun)

Pihak universitas berjanji akan terus memberikan pendampingan berkelanjutan bagi warga penerima manfaat. Bahkan, saat ini tim USB tengah menjajaki peluang program CSR lain yang potensial untuk dibawa ke wilayah RW 09.

“Kami sangat bangga karena masyarakat di sini sangat menyambut baik (welcome) kehadiran program ini. Rencananya, awal bulan depan alat ini akan resmi kami launching di sini,” pungkas Dr. Sri Wahyuni.

JANGAN LEWATKAN :

Data Desil Error Bikin Anak Sekolah Terancam Putus Belajar,,,

Kunjungan Tim PKM Universitas Sangga Buana ke lokasi PokBun RW 09 tersebut disambut hangat oleh jajaran pengurus RW dan tokoh masyarakat setempat. Hadir pula dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Kelurahan Cikutra yang diwakili oleh Sekretaris Lurah (Seklur) beserta Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasi Ekbang), serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *