Pewarta: [DADI SUDRAJAT], Editor: REDAKSI INFOJALANAN.COM
INFOJALANAN.COM, BANDUNG – Bagi keluarga Dede Yani (40), warga Kelurahan Cigondewah Kaler, jaminan ketersediaan lauk-pauk bergizi di meja makan dalam seminggu ke depan adalah sebuah kemewahan yang patut disyukuri.
Ia menjadi satu dari ratusan kepala keluarga di Kota Bandung yang tersenyum lega setelah menerima paket pangan segar dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
Melalui program Pangan untuk Daerah Rentan Rawan Pangan dan Stunting (Pangersa), Pemkot Bandung menyalurkan intervensi gizi langsung ke 16 kelurahan yang masuk dalam peta kerawanan pangan dan risiko stunting.
“Alhamdulillah, sangat terbantu. Bahan pangan seperti beras, ikan, telur, dan daging ayam ini bisa mencukupi kebutuhan lauk-pauk keluarga kami hingga satu minggu kalau diatur bergantian,” ujar Dede dengan mata berbinar, Rabu (14/10/2026).
Senada dengan Dede, A Sunarya (50), warga Kelurahan Cibuntu, mengaku gembira. Di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok, kehadiran program ini menjadi angin segar yang meringankan beban dompetnya.
JANGAN LEWATKAN :
Data Desil KIP Kuliah, Sistem dan Waktu Jerat Siswa Miskin Menjadi Korbannya,,,
Sasar 16 Kelurahan, Prioritaskan yang Belum Tersentuh Bansos
Tahun 2026 ini menjadi tahun ketiga berjalannya program Pangersa sejak diinisiasi pada 2023 lalu. Pada penyaluran tahap kedua (terakhir) di tahun ini, Pemkot membagi lokus bantuan secara merata: delapan kelurahan kategori rentan pangan dan delapan kelurahan berisiko stunting.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menjelaskan bahwa program ini sengaja didesain untuk menjangkau “titik buta” bantuan sosial. Prioritas diberikan kepada warga miskin yang selama ini belum terdaftar di program bansos reguler lainnya.
“Yang kita berikan bukan cuma karbohidrat, tapi protein segar: beras 5 kg, daging ayam segar 1 kg, telur ayam 1 kg, dan ikan lele segar 1 kg. Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa akses ke pangan sehat dan bergizi itu penting untuk mencegah stunting,” kata Gin Gin saat meninjau pembagian bantuan di Cigondewah Kaler.
Di Cigondewah Kaler (Kecamatan Bandung Kulon), bantuan didistribusikan kepada 167 KK, sementara di Kelurahan Cibuntu mencapai 129 KK.
Harapan Kuota Ditambah Tahun Depan
Meski dampaknya sangat dirasakan warga, Gin Gin mengakui keterbatasan anggaran membuat jumlah penerima belum bisa mencakup seluruh warga yang membutuhkan di wilayah tersebut. Saat ini, bantuan baru bisa disalurkan sebanyak dua tahap dalam setahun.
“Kebutuhan riil di lapangan sebenarnya lebih besar dari kuota yang ada. Mudah-mudahan tahun depan anggaran bisa ditambah, sehingga jumlah penerima dan frekuensi penyaluran bisa lebih dari dua kali,” harap Gin Gin.
JANGAN LEWATKAN :
Punya Tanah Warisan Yang Dokumennya Bermasalah? Begini Cara Urusnya,,,
Melalui intervensi gizi berbasis protein segar ini, Pemkot Bandung berharap ketahanan pangan di tingkat keluarga rentan semakin kokoh, sekaligus menekan angka stunting secara signifikan dari hulu.
