(Foto Ilustrasi AI)
TIM REDAKSI
INFOJALANAN.COM, BANDUNG – Sungguh ironis, disaat Pemerintah Kota Bandung sedang gencar-gencarnya melakukan pengawasan pada penggunaan anggaran daerah, masuk sebuah informasi yang kurang mengenakan pada redaksi infojalanan.com terkait adanya dugaan penyalahgunaan wewenang serta keterlibatan seorang pimpinan wilayah di salah satu kelurahan di kota Bandung dalam menentukan penyedia dan mengatur pekerjaan program Prakarsa diwilayahnya.
Sumber yang merupakan salah satu ketua RW dan tidak bersedia disebutkan identitasnya tersebut, kita sebut saja Pak RW mengatakan bahwa diwilayahnya untuk pekerjaan program Prakarsa terdapat beberapa hal yang dianggapnya kurang bisa diterima.
“Untuk penunjukan kontaktor atau penyedia pekerjaan Prakarsa kita sebagai RW tidak dilibatkan dalam menentukan pilihan, semua sudah otomatis ditunjuk oleh lurah,” terangnya dikantor Redaksi infojalanan.com Jalan Sukasenang Raya Bandung, Sabtu (31/10/2026).
Selain menentukan pihak penyedia lanjut Pak RW, lurah tersebut juga ikut mengatur nominal kompensasi uang kas yang akan diberikan oleh penyedia untuk kas RW, bahkan menurutnya ada informasi dari salah satu penyedia yang mengaku bahwa sebagian uang yang rencananya akan diberikan untuk kas RW sudah diberikan dan ditampung lebih dulu oleh Lurah, dan sampai berita ini ditayangkan masih ada beberapa RW yang mengaku belum menerima uang tersebut.
JANGAN LEWATKAN :
Dugaan Penyekapan Karyawan di Restoran Bandung : Manajemen Bantah,,,
“Ada hal lain juga yang membuat kami tak habis pikir, pada salah satu pekerjaan infrastruktur terdapat hasil yang kami anggap kurang layak, tapi pihak lurah malah menyalahkan warga kami yang memang ikut dalam pekerjaan tersebut, menurutnya itu salah kami karena memasukkan warga dalam pekerjaan itu, harusnya kan lurah minta pada kontraktor untuk melakukan perbaikan, ini malah pengurus dan warga sendiri yang mengalah untuk memperbaiki pekerjaan itu,” ujarnya.
Keluhan Pak RW tidak hanya berhenti sampai disitu, menurutnya beberapa minggu lalu ada pekerjaan pengadaaan Penenerangan Jalan Lingkungan (PJL) dibeberapa titik dengan menggunakan tenaga Tenaga Matahari (Solar Cell), tapi PJL tersebut hanya menyala normal dalam hitungan jam saja, hingga saat ini PJL itu masih belum menyala dan juga tidak pernah ada tindak lanjut dari pihak penyedia atau juga dari kelurahan.
“Ada informasi dari luar yang mengatakan pihak penyedia tersebut masih ada hubungan teman dengan lurah, makanya kontraktor dan penyedia yang sebelumnya sudah biasa menjadi rekanan disini pada ditolak semua, diganti dengan kontraktor baru yang sekarang,” pungkasnya.
Dengan masuknya informasi ini, Redaksi infojalanan.com telah membentuk tim investigasi guna memastikan kebenaran informasi tersebut dengan menerjunkan tim untuk kelokasi dan melakukan wawancara langsung dengan lurah dimaksud. Dan bila nanti informasi itu terbukti benar akan sangat disayangkan dan wajib ada tindakan tegas bagi pelakunya agar tidak menjadi noda hitam dalam pemerintahan di kota Bandung.
JANGAN LEWATKAN :
Warga Cimuncang Sukapada Kaget Atas Respon Cepat Pemerintah Kewilayahan Dalam,,,
Waspada! KTP Pernah Dipinjam Orang Lain Desil Bisa Melesat Tinggi,,,
Untuk saat ini Redaksi sengaja belum mengungkapkan lokasi tepat wilayahnya guna kepentingan investigasi dan demi menjaga unsur keberimbangan berita karena belum mengantongi hak jawab dari lurah yang bersangkutan. Bila nanti hak jawab sudah diterima secara resmi, redaksi akan Kembali menayangkan kelanjutan beritanya dengan menayangkan hak jawab dari yang bersangkutan.
