REDAKSI
INFOJALANAN.COM, PURWAKARTA – Musprov XVIII PMI Jawa Barat tahun 2026 yang diselenggarakan di Prime Plaza Hotel Kabupaten Purwakarta Rabu (28/10) dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, PP PMI, PMI Jabar, dan seluruh PMI Kabupaten/Kota se Jawa Barat.
Musprov PMI Jabar ini akan memilih Ketua PMI Jawa Barat untuk masa bhakti 2026-2031 setelah sebelumnya penyelenggaraan Musprov PMI Jabar dibekukan oleh PP PMI karena dianggap menyalahi AD/ART.
Calon Ketua Ibnu Ariebowo Kusumo, S.H. disebut yang didukung penuh oleh PMI Kabupaten/Kota se Jabar dianggap layak untuk maju sebagai Ketua PMI Jabar, Ketua PMI Jabar sebelumnya Adang Rochyana (Petahana) yang dalam penyelenggaraan Musprov PMI Jabar sebelumnya dibekukan sehingga Musprov XVIII PMI Jabar diselenggarakan kembali di Kabupaten Purwakarta.
Calon Ketua PMI Jawa Barat Ibnu Ariebowo Kusumo, S.H, memaparkan ide dan gagasannya bila dirinya terpilih menjadi Ketua PMI Jawa Barat masa bhakti 2026-2031 dalam Musprov XVIII PMI Jawa Barat di Prime Plaza Hotel Kabupaten Purwakarta Rabu (28/10).

“Kita akan melakukan hal-hal yang lebih positif untuk PMI kedepan dan tetap mengutamakan kaidah kemanusiaan,”jelas Ibnu saat ditemui disela kegiatan Musprov PMI Jabar Rabu (28/10).
Ibnu menegaskan bila nanti dirinya terpilih, dia tidak akan melakukan pemikiran flash back kebelakang, dia akan focus untuk terus melangkah demi perbaikan-perbaikan PMI kedepan di seluruh wilayah Jabar.
Dalam programnya nanti lanjut Ibnu, prioritas utamanya adalah bagaimana memikirkan sistem ketersediaan darah untuk kebutuhan masyarakat yang membutuhkan donor darah.
“Selama ini kesulitan yang paling utama adalah masih belum meratanya UDD di Kabupaten/Kota se Jabar, sehingga pasti akan kesulitan untuk ketersediaan darah, khususnya pengadaan peralatan,” tegasnya.
PMI juga jangan hanya menunggu momen ketika mau mencari pendonor, Ibnu mendorong agar nanti PMI bisa melakukan jemput bola untuk mengingatkan kembali kepada pendonor sebelumnya, sehingga ketersediaan darah berlangsung kontinyu, karena data pendonor sudah ada jadi tidak harus menunggu untuk diundang dalam kegiatan.
JANGAN LEWATKAN :
Bentrokan Brutal di Pasar Induk Caringin Bandung, Polisi Buru Para Pelaku,,,
Sementara terkait AD/ART Ibnu mengajak semua pihak untuk Bersama-sama membahas secara menyeluruh, sehingga bila nanti ada hal yang bisa dirubah atau ditambahkan dan dikurangi bisa dibahas di Jabar dan diusulkan ke PP PMI.
“Mari kita bekerja dengan mengedepankan kaidah kemanusiaan, tanpa kepentingan dan tanpa kepentingan apapun, setetes darah sangat bermanfaat bagi yang membutuhkan,” pungkasnya.
