INFO JALANAN – Pelonggaran status lockdown Covid-19 di Inggris disambut baik oleh tim Garuda Select Jilid III, mereka pun menantikan laga-laga uji coba yang akan dijalaninya.

Salah satu pemain yang merupakan Gelandang Garuda Select, Rafli Asrul, sudah tidak sabar untuk bisa bertanding kembali melawan tim-tim akademi klub-klub terbaik di Inggris.

Sebagai salah satu pemain yang kembali dipanggil untuk membela tim ini dua tahun berturut-turut, Rafli sudah merasakan begitu besarnya manfaat dari pertandingan-pertandingan yang dilakukan dalam program ini.

Banyak pelajaran, perbaikan dan pengalaman yang tidak terlupakan yang bisa diambil dari perjalanan tim bertanding dengan salah satu akademi klub terbaik di dunia.

“Saya ingin sekali bisa menghadapi akademi klub-klub Premier League, seperti Chelsea, Leicester City, Arsenal, dan Manchester City. Tahun kemarin, sebenarnya kami sudah dijadwalkan menghadapi mereka, tetapi dibatalkan karena ada pandemi,” kata Rafli.

Beberapa waktu lampau, Rafli sempat merasakan pengalaman bertanding dengan tim usia muda Juventus, Inter Milan, Torino dan Como pada saat tim angkatan kedua menjalani tur ke Italia tahun lalu.

“Sebagai seorang gelandang, saya akan bisa belajar lebih banyak dalam mengambil keputusan yang lebih baik, seperti kapan harus mengoper, menendang, atau menggiring bola dari mereka. Karena, di Liga Inggris, satu kesalahan kecil saja dalam mengambil keputusan bisa langsung berakibat fatal buat tim kita,” sebutnya.

Baca Juga  Promosikan Wisata Berkelanjutan, Bupati Banyuwangi Setir Sendiri Mobil Listrik

Di sisi lain, Kiper Adre Arido Giovani, yang baru pertama kali mengikuti program Garuda Select di Inggris, berharap punya kesempatan untuk menghadapi akademi klub favoritnya, Manchester United. “Saya ingin sekali bisa mempelajari bagaimana mengatur tempo lebih baik dan cara bermain dari kiper-kiper akademi klub besar di sini,” jelasnya.

Sementara itu, Frezy Al-Hudaifi sangat ingin melawan akademi klub juara Premier League 2019/20, Liverpool. “Kebetulan, saya adalah seorang fans Liverpool. Saya ingin melihat langsung dan mempelajari cara mereka menguasai dan mengoper bola sebagai sebuah tim,” kata Frezy.

Selain menghadapi akademi dari klub-klub ternama Inggris, Garuda Select angkatan ketiga sebelumnya juga direncanakan untuk mengunjungi Jerman. Apabila situasi memungkinkan, tim ini pun nantinya bisa berhadapan dengan beberapa klub besar seperti Borussia Dortmund, Bayern Muenchen, Schalke 04, Eintracht Frankfurt, dan FC Cologne.

Untuk itu, mengungkap seberapa besar persiapan mereka, jajaran pelatih terus melakukan beberapa tes jelang uji coba tersebut. Salah satu agenda rutin yang dijalankan dalam Program ini adalah tes lemak atau fat test. Tes ini bertujuan untuk memantau kadar massa otot dan lemak di tubuh seorang pemain sehingga bisa menampilkan performa maksimal, baik saat latihan atau pun pertandingan.

Baca Juga  Semakin Kaya, Manchester United Menandatangani Rekor Baru Kesepakatan Sponsor Kaos Liga Premier Rp4,69 Triliun

Tes dilakukan oleh Pelatih Fisik, Jake Fitzsimmons. Menurutnya, secara keseluruhan, para pemain memperlihatkan perkembangan positif soal massa otot dan kadar lemak di tubuh. Kedepannya, Jake akan terus memantau agar para pemain tetap berada di level yang diinginkan.

“Kami mengukur beberapa hal mulai dari berat badan, tinggi badan, hingga lipatan kulit, dari situ kemudian dihitung berapa presentase lemak di kulit. Masing-masing pemain punya tujuan yang berbeda dari tes kali ini, tergantung kita ingin membentuk mereka seperti apa,” kata Coach Jake.

“Kalau komposisi tubuh mereka sudah bagus yakni massa ototnya bertambah dan kadar lemaknya rendah, kami akan terus menjaga mereka di level itu. Lalu jika ada pemain yang massa ototnya harus ditambah dan kadar lemaknya dikurangi, kami akan memberi mereka nutrisi atau mengubah rencana latihan mereka. Jadi semua tergantung ada di level mana si pemain itu.”

Baca Juga  Segera Bergulir, Catat Jadwal Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia dan Kualifikasi Asian Cup 2023

Tes ini merupakan yang ketiga kalinya di musim ini. Jadi, setiap bulannya, para pemain akan terus dipantau komposisi otot dan lemak di tubuh mereka. Asupan nutrisi lewat apa yang mereka makan juga menjadi perhatian khusus bagi tim pelatih. Menurut Coach Jake, edukasi tentang ini juga akan terus disampaikan agar para pemain bisa lebih bertanggung jawab terhadap tubuh mereka.

“Perkembangannya sepanjang musim bisa terus terpantau. Bagaimana para pemain menjaga asupan nutrisi di tubuhnya, dan kami juga terus mengedukasi mereka tentang mana yang boleh dan yang seharusnya tidak dimakan untuk menjadi seorang atlet. Tetapi semua pemain memperlihatkan perkembangan baik,” ungkapnya.

Meningkatnya massa otot para pemain tidak terlepas dari latihan intensif yang diterapkan beberapa waktu belakangan. Terutama saat latihan pre-season yang menguras fisik. Sehingga menurut tim pelatih, saat ini para pemain tinggal harus menjaga kondisi mereka untuk tetap berada di level yang optimal. ***