BANYUWANGI- Sembilan pegawai di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi positif terpapar Covid-19. Akibatnya PN setempat melakukan lockdown selama sepekan, mulai tanggal 11-18 Desember 2020.

Pemberitahuan juga disampaikan PN Banyuwangi melalui sebuah poster yang terpampang di pintu gerbang. 

Dalam poster tersebut, PN Banyuwangi memberitahukan bahwa, dikarenakan ada beberapa pegawai Pengadilan Negeri Banyuwangi yang positif Covid-19, maka pelayanan dan persidangan ditiadakan sementara.

Humas Pengadilan Negeri Banyuwangi, Moch. Arief Adikusumo membenarkan jika ada sejumlah pegawainya yang terpapar Covid-19.

“Benar ada beberapa pegawai yang terindikasi positif namun dalam keadaan baik atau OTG mudah-mudahan kondisi menjadi lebih baik dan sehat semua,” ucap Arief saat dikonfirmasi, Kamis (10/12/2020).

Namun pihaknya belum mengetahui pasti jumlah pegawai PN yang terpapar Covid-19. “Kalau mengenai jumlah saya kurang tahu pastinya,” katanya.

Sehingga, kata dia, saat ini kegiatan persidangan dan pelayanan di PN Banyuwangi diliburkan. Namun para hakim dan pegawai PN tetap bekerja dirumah atau Work From Home (WFH).

Sebagai upaya antisipasi penyebaran virus, Arief menambahkan, telah dilakukan penyemprotan desinfektan setiap paginya. “Ini upaya pencegahan agar tidak meluas baik kepada pegawai atau masyarakat pencari keadilan di PN Banyuwangi,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Banyuwangi, dr Widji Lestariono membenarkan jika ada sejumlah hakim dan pegawai PN Banyuwangi terkonfirmasi positif Covid-19.

“Iya benar. Awalnya hanya satu orang pegawai PN yang terkonfirmasi Covid-19,” kata pria yang akrab disapa dr Rio ini.

Kemudian pihaknya melakukan tracing dan swab test terhadap sejumlah pegawai PN Banyuwangi, hasilnya ada beberapa pegawai terkonfirmasi Covid-19

“Kemudian kita lakukan tracing, ada empat yang positif Covid-19. Kemudian tracing kita kembangkan lagi, hasilnya ada empat orang lagi yang positif. Total ada sembilan yang positif,” jelas Rio.

Sembilan pegawai PN Banyuwangi tersebut, tengah melakukan isolasi mandiri. “Hasil dari tracing itu, semuanya OTG. Ada gejala tapi gejala ringan. Sehingga mereka melakukan isolasi mandiri di rumah,” imbuhnya.

Dengan bertambahnya pasien Covid-19 tersebut, Satgas menyarankan pihak PN Banyuwangi untuk menghentikan kegiatan sementara. “Kita telah menyarankan kepada ketua PN untuk menghentikan dulu kegiatan di PN,” pungkas Rio. (*)